DSpace Repository

KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MULTIDRUG RESISTANCE DI BERBAGAI LOKASI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2010 SAMPAI DENGAN TAHUN 2019

Show simple item record

dc.contributor.author RATNASARI, ANDI
dc.date.accessioned 2021-12-30T07:54:43Z
dc.date.available 2021-12-30T07:54:43Z
dc.date.issued 2020
dc.identifier.other 4516111024
dc.identifier.uri http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/652
dc.description.abstract Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR - Tuberkulosis ) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang telah resisten pada dua obat anti tuberkulosis ( OAT ) yang paling poten seperti rifampisin dan isoniazid, dapat pula terjadi bersamaan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) lini I lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita Tuberkulosis paru yang multidrug resistance dengan cara mensintesis hasil penelitian yang merupakan penelitian deskriptif berdasarkan studi literatur. Penelitian yang digunakan adalah sebanyak 20 penelitian dari berbagai tempat penelitian di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan dari 20 penelitian didapatkan usia terbanyak adalah usia produktif dengan total sebanyak 1101 penderita (89,29%), laki - laki lebih banyak dilaporkan menderita tuberkulosis paru yaitu sebesar 771 (55,59%), tingkat pendidikan rendah merupakan yang paling banyak terkena yaitu 169 (48,70%), riwayat pengobatan kambuh sebesar 574 (86,06%), status gizi kurang sebesar 414 (61,15%), tidak ada penyakit komorbid sebesar 535 (69,21%), tidak patuh makan obat 108 (57,14%), Peran PMO baik sebesar 126 (88,73%), dan resistensi > 2 OAT paling banyak sebesar 102 (60,71%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai kasus tuberkolosis paru yang multidrug resistance. Kesimpulan : MDR - tuberkulosis merupakan penyakit tuberkulosis yang sudah tidak sensitif terhadap OAT, pengobatan MDR - tuberkulosis akan lebih sulit dan rumit dibandingkan tuberkulosis yang masih sensitif OAT. Angka kematian untuk MDR - tuberkulosis juga akan lebih tinggi, biaya obat lebih mahal dan lama pengobatan lebih panjang serta risiko penularan yang tinggi. en_US
dc.publisher Universitas Bosowa en_US
dc.subject Multidrug Resistance en_US
dc.subject Tuberkulosis en_US
dc.subject Penyakit Infeksi en_US
dc.title KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MULTIDRUG RESISTANCE DI BERBAGAI LOKASI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2010 SAMPAI DENGAN TAHUN 2019 en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account